Kamis, 02 Februari 2017

Sekotak kenang


Rindu, tiba-tiba rindu itu datang, menghanyutkanku dalam lamunan yang panjang. Tetiba wajahmu membayang diremang senja. Kau tersenyum dan aku pun membalas senyumanmu.
Tanpa sadar hatiku mengajak bayangan itu berbicara..
Tuan, bagaimana kabar hatimu?
Semoga hatimu baik-baik saja, semoga tidak seperti aku yang sedang dilanda kelu dan kesah.
Tuan, ijinkan rindu ini sesaat mengenang, mengenang kita sempat terjebak jarak, hingga akhirnya memutuskan berpisah penuh sesak.
Kita memang satu atap namun kita beda ruang, jarak yang membentang pernah kita lewati penuh juang. Kita pernah saling berpegangan berjalan satu tujuan.
Tapi itu dulu, sebelum kau berpaling dan menghilang.
Tuan....
Kini, kita hanya dua insan yang tinggal di "sekotak kenang", yang hanya bisa saling menyapa lewat bayang-bayang, hanya bisa saling mengenang ditemani kunang-kunang yang riang.
Tuan..
Tak usah kau datang(lagi) pergilah dengan tenang, tak usah hiraukan hatiku, nikmati saja sesalmu itu. Sebab hatiku, sudah tak inginkan lagi hadirmu.
Selamat tinggal tuan, kusimpan kau di "sekotak kenang".

Bandung, 02 Februari 2017 | 18:25

#30DWC #Day2 #30DWCjilid4




Tidak ada komentar:

Posting Komentar