Selasa, 14 Februari 2017

Hujan dan Rindu



Pagi ini rindu datang menyusup diantara gerimis yang perlahan menderas. Haruskah sepagi ini kau menghapiriku wahai rindu?
Hujan dan rindu memang selalu datang tak kenal waktu.

Selamat pagi kamu.. Waktu belum sampai pada pukul tujuh, dan tetiba aku sudah merindu, Sepagi ini? entahlah.
Pagi ini aku sarapan sepotong rindu dan secangkir kopi yang sedari tadi hanya kuaduk, seolah enggan menyeduh.

Pertemuan kita bukanlah semata kebetulan . Kita selalu dipertemukan sebab adanya rencana, dan keadaan yang mem aksa kita untuk ucap "iya bisa". Dan sayangnya itulah yang selalu berhasil membuatku hancur setelahnya.

Nalarku benar-benar tak bisa melupa. hatiku terus berlari menujumu.  Seharusnya, kita bersama dalam satu ikatan. Menebar kebahagian pada setiap insan. Tanpa diselimuti keraguan dan dibayang-bayangi kegelisahan.

Antara bertahan atau pergi meninggalkan. Entahlah, yang jelas disampingmu kurasa nyaman.

Kisah kita serupa musim hujan. Hujan yang selalu tiba tak kenal waktu dan selalu diluar dugaku.

Kuibaratkan tetesan gerimis berjatuhan adalah rinduku. Yang meninggalkan basah tak berkesudahan.

Sekali lagi, selamat pagi kamu. Aku rindu!


Bandung, 12 Februari 2017

#30DWC #Day12 #30DWCjilid4 #nulis #poems #poetry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar