Senin, 20 Februari 2017

Secangkir kopi dan sedikit tentangmu

       Germisi malam ini kunikmati dengan secangkir kopi dan sedikit tentangmu.

      Sesekali angin menyusup di celah-celah jendela dengan isyarat menerbangkan gorden kamarku, yang sengaja sedikit kubuka. Dinginnya memang menusuk hingga ke tulang-tulang, namun aku suka bau basah ketika hujan turun. Menyejukan hati rasanya.

       Perlahan kuhirup aroma latte yang sedari tadi menggodaku. Segarnya, gumamku.
Lalu kucicip dengan sendok mungilku.
Ketika lidah merasakan pahit yang tak mampu aku ucapkan.Pecah hingga ke kepala rasanya.
Tak lama aku tertegun menikmati bulir-bulir hujan yang berjatuhan.
Mulai larut dengan berandai-andai.
Andai saja kau ada di sini menemaniku. Akan kubuatkan kau secangkir kopi agar kita larut dalam berbagai cerita. Hingga pagi menyapa. Akan kuceritakan perihal rinduku, padamu. Yang sudah menggunung diujung kepalaku. Aku sadar mungkin rindu ini tak sepantasnya ada. Sebab aku bukan siapa-siapa; bagimu.

       Kau hampir membuatku gila. Pada pertemuan kita yang tak pernah kusangka, kau buatku jatuh cinta. Pada tatap pertama. Aku menyesap kopi-ku kembali, yang tinggal setengah gelas. Tanpa menghentikan lamunanku yang terus berandai-andai.
Andai saja kau tahu, semenjak hari itu.
Rasaku terus tertuju padamu. Mungkin aku tak akan menikmati kopi ini sendirian. Mungkin kau akan meluangkan waktu 'tuk sekedar duduk menemaniku, memperhatikan kegelisahanku karena pesonamu. Yang tanpa sadari kau suguhkan di depan mataku.

       Hujan semakin menderas, kuhabiskan sekali teguk sisa-sisa kopiku. Yang semakin pekat rasa pahitnya. Bersama itu pula kututup jendela kamarku dan juga berandai-andaiku, tentangmu. Lalu kutenggelamkan tubuhku dalam lelapku.


Selamat malam kamu, kau membuatku terjatuh tepat dihatimu.


Bandung, 20 Februari 2017 | 21.21 WIB

#30DWC #Day20 #30DWCjilid4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar