Rabu, 08 Februari 2017

Masih ada Januari di Februari

         Diakhir Januari lalu, aku bertekad untuk melepaskan segala tentangmu dengan secangkir senyuman. Akan aku sambut Februari yang penuh misteri dengan wajah berseri.
Mari kita buka lagi memori.
       Januari sempat membuatku tak sadarkan diri. Seperti tertusuk belati, tepat dititik nadi. Rasa yang seharusnya diungkapkan, hanya bisa kupendam dalam hati. Kini kita mendiami ruang sunyi dan sepi. Kukira kita akan menari di atas awan, menebarkan senyuman penuh kebahagiaan. Ternyata itu hanya sebatas angan; dariku yang terlalu mengharapkan. Aku mulai menginjakan kakiku di Februari. Berjanji tak akan mengingatmu lagi. Bercampur rindu yang bergemuruh, kulalui hari. Hari mulai terasa hampa, mungkin karena tak ada lagi sapa darimu yang kudamba. Kuakui, semakin aku melupakan, semakin  sakit dada ini rasakan. Bayangmu kian meraja-rela, diruang hatiku yang sedang dilanda hujan kerinduan. Hujan kerinduan yang tak kunjung reda, meski kita telah berjeda. Rindu telah menjadi gumpalan kegelisahan, yang hanya bisa dilebur oleh pertemuan. Ingin aku menghampiri tidurmu, dan melebur rindu ini bersama; dalam mimpimu.
     Januari, lagi-lagi ia membayangiku di Februari. Ia hadir kembali mengisi setiap kali otakku berimajinasi. Namun tenanglah, kali ini aku tidak akan melupakan ataupun melepaskanmu lagi, akan kubiarkan kau menari-nari sesuka hati dalam ruang imajinasi. Kubiarkan kau hingga kau bosan dan meninggalkanku dalam damai kesunyian.


#30DWC #30DWCjilid4 #Day8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar