Senin, 06 Februari 2017

Rasa yang kujadikan "Sahabat"

Ada rasa yang tak bisa dijelaskan, ketika persahabatan diterpa badai perasaan. Kini aku sedang diterpa badai perasaan pada seseorang yang bernama"sahabat".
Tanpa kusadari mulai tumbuh benih-benih asmara, kebersamaan yang cukup lama menghadirkan perasaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sejak kapan tepatnya aku pun tak tahu.
Aku yang selalu ada saat kau terluka, begitu pun kau. Kau tak pernah absen menemaniku kala aku diuji berbagai cobaan. Setiap kali kita berjumpa, kita seolah tak pernah kehabisan kata ketika kita berbagi cerita. Bersamamu kulewati suka maupun duka.
Kemarin kau bercerita perihal luka hati, sakitnya hati, ditinggal pergi oleh kekasih yang paling kau cintai. Kau bilang padaku, kau masih mencintainya dan ingin kembali padanya.
Dengan penuh iba, kau memohon padaku, agar aku membantu mencarikan kabar tentangnya. Kabar yang samar-samar dari dia yang meninggalkanmu tanpa kabar. Seketika, dadaku sesak, hatiku terasa diiris, ada sakit yang tak bisa diungkapkan. Mungkin aku cemburu?
Entahlah...
Selang hari berganti. Aku pun menemukan kontaknya dan memberikannya padamu.
Sayangnya, keputusan sudah tak dapat diubah kembali. Mungkin perpisahan ini adalah jalan terbaik dari Tuhan. Usahamu untuk mengajaknya balikan, sia-sia begitu saja. Ternyata ia sudah memiliki kekasih lagi.
Sedih rasanya melihatmu begitu pilu.
Andai saja kau tahu, aku menginginkanmu.
Tak akan pernah sekali pun aku buatmu sesedih itu.
Namun, sudahlah. Lebih baik aku bungkam, kupendam dalam-dalam. Lebih baik kuceritakan rasa ini lewat do'a-do'a malam. Tenanglah, persahabatan kita jauh lebih berharga ketimbang perasaanku ini. Biarlah, cukup hatiku dan Tuhan saja yang tahu. Selain bersahabat denganmu, aku akan mulai bersahabat dengan rasa yang terpendam ini.


#30DWC #Day6 #30DWCjilid4











Tidak ada komentar:

Posting Komentar