Coba diingat kembali, siapa yang selalu bersedia menerima dan menemani saat kamu sedang tidak baik-baik saja, ingat kembali siapa yang selalu kamu cari dan temui saat keadaan membuatmu hampir hilang arah, coba diingat kembali siapa yang kamu cari untuk kamu jadikan tempat berbagi cerita terpahit yang pernah kamu alami, dan coba ingat kembali bagaimana saat kamu memulai sebuah perjalanan, siapa yang tidak pernah melepaskan genggaman tangan, menjadi supporter terdepan??
Kamis, 08 Agustus 2019
Sejenak Kembali Mengingat
Coba diingat kembali, siapa yang selalu bersedia menerima dan menemani saat kamu sedang tidak baik-baik saja, ingat kembali siapa yang selalu kamu cari dan temui saat keadaan membuatmu hampir hilang arah, coba diingat kembali siapa yang kamu cari untuk kamu jadikan tempat berbagi cerita terpahit yang pernah kamu alami, dan coba ingat kembali bagaimana saat kamu memulai sebuah perjalanan, siapa yang tidak pernah melepaskan genggaman tangan, menjadi supporter terdepan??
Minggu, 17 Maret 2019
Maret
Setelah sekian lama menghilang,
Jika masih setengah hati kamu
berjuang,
untuk apa kamu kembali datang?
Pada awalnya aku pikir perbedaan bisa menyatukan kamu dan aku,
aku pikir kamu dan aku sama seperti mereka yang bisa bersatu meski banyaknya
perbedaan. Ternyata bagi kamu dan aku, tidak berlaku.
Berkali mencoba berbenah, mencari titik tengah, namun tak menemukan
jalan keluarnya, hingga pada akhirnya saling menyerah adalah pilihan yang
terbaik menurut kamu dan aku.
Aku tahu tangisku tidak akan merubah keadaan
Tapi hanya itu yang bisa aku
lalukan
Barangkali hanya aku yang
merasakan kekecewaan
Tidak apa-apa, aku pikir itu sebagai
tanda bawha aku masih memiliki perasaan
Tak perlu lagi hadirkan tanya,
perihal siapa yang benar atau salah
Cerita kita, berakhir sudah
Untukmu,
Terima kasih sudah kembali untuk
yang kesekian kalinya
Selamat berjuang, selamat mencari
jalan pulang
Semoga kebahagiaan selalu
menyertaimu
Bandung, 16 Maret 2019
----
Kamis, 07 Februari 2019
#ceritaJanuari PART 1 (Lani curhat)
Senin, 12 November 2018
#RandomWrite
Pada suatu hari
Hari itu adalah hari tidak pernah aku bayangkan akan terjadi dalam hidupku. Selapas kata pergi dan saat aku sedang mati-matian menyembuhkan luka patah hati. Tuhan membawamu kembali.
Ini adalah ceritaku, pada saat semesta mempertemukan kau dan aku, lagi. Debar dalam dada tak bisa aku hindari sejak pagi, pikiran dalam kepala terus berputar memikirkan tentang aku harus bersikap bagaimana dan apa yang akan terjadi nanti, dan hati, tak usah ditanya lagi, selepas perpisahan yang kita sepakati, aku tidak pernah melihatmu lagi, hari itu untuk pertama kalinya mataku menatapmu begitu dekat, begitu lekat.
Kau masih saja sama seperti kau yang dulu, tidak ada yang berubah. Tetap dingin, dan tetap seperti kau yang dulu; kau yang pandai menyembunyikan perasaan.
Begitu banyak tanya dalam kepala yang ingin aku tanyakan, namun hanya diam yang mampu aku lakukan. Menikmati kebersamaan denganmu dalam keterdiaman. Namun, meskipun demikian, bagiku itu adalah hari yang paling mengesankan, yang tak akan pernah terlupakan.
Terima kasih aku ucapkan pada Sang Pencipta, karena telah memberiku kesempatan.
Terima kasih untuk bulan Oktober.
-----
Akhirnya aku bisa merasakan;
hari dimana aku bisa dengan leluasa menatapmu setiap waktu, dimana aku mengetahui semua hal yang kamu lakukan tanpa perlu mengajukan pertanyaan, dimana aku bisa berkomunikasi denganmu tanpa dibatasi teknologi.
Di bawah remang cahaya bintang sesekali aku menatapmu. Di bawah langit malam, aku harap kamu mendengar isi hatiku; aku ingin waktu berhenti sejenak, aku ingin menikmati malamku lebih lama denganmu, ujarku dalam hati.
Untukmu, sampai jumpa dilain kesempatan.
Semoga kau, juga aku, selalu bahagia dalam setiap keputusan yang kita pilih.
Sabtu, 20 Oktober 2018
#RANDOMWRITE
geraaahhhh nulisnya wkwkwk
okeee.. siap?
Mari lanjutkan….
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Mohon maaf postingan kali ini random sekali, tulisan ini aku dedikasikan untuk seseorang disana yang lagi duduk manja wkwk
Semoga 'kamu' membacanya :)
Rabu, 01 Agustus 2018
#Randomwrite
Diluar Rencana
Pada akhirnya aku memilih mundur, secara perlahan. Dengan berat hati, aku membiarkan segenap harap melenyap. Aku bukan tidak ingin memperjuangkanmu, aku bukan tidak menyayangimu. Aku sangat menyayangimu, bahkan lebih dari yang kau tahu. Semula, aku ingin kau ada dalam hari-hariku, kini sampai nanti. Semula, aku yakin kau dan aku akan mampu melewati segala macam cobaan yang menerpa kita. Semula, aku ingin menua bersama denganmu, menemani sisa usia denganmu. Semula, aku membayangkan kita akan selalu tetap berdampingan dalam berbagai keadaan. Asal kau tahu, aku sudah memikirkan banyak hal tentangmu, tentang kita; aku sudah memikirkan tentang bagaimana syahdunya ketika kau Imam disetiap shalatku, aku sudah memikirkan bagaimana bahagianya aku ketika memasak-masakan kesukaanmu, aku sudah memikirkan banyak hal lainnya, asal kau tahu. Ketika kau "melamarku' lantas aku "menerimamu" yang terbesit dikepalaku hanya satu; aku ingin, kau dan aku menjadi manusia yang
lebih baik bersama, kita berdua saling memperbaiki segala kesalahan di masa lalu kita, itu saja.
Namun seiring berjalannya waktu, ada hal yang memang tidak bisa dipaksakan, terlebih dengan cara sebuah kepura-puraan.
Aku tahu tidak ada manusia yang sempurna, aku tahu kita dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Oleh karena itu sebelum semuanya semakin jauh, aku semakin mengerti, pun memahami. Dengan berat hati, aku memilih untuk berhenti mendampingimu, entah sementara atau selamanya. Aku memilih untuk sejenak menepi dari segala macam hal yang berhubungan denganmu. Mungkin selama ini kau jarang sekali mendengar ucapan sayangku, pun rasa rinduku yang tertuju padamu. Namun percayalah jauh di dalam lubuk hatiku, kau segalanya, namamu tak pernah alpa dalam barisan pinta dan doaku padaNya.
Terima kasih sudah pernah ada, saat semua orang tiada yang mempedulikan keadaanku. Terima kasih sudah membuat hari-hariku penuh tawa dan bahagia, saat semua orang dengan kasat mata membuatku terluka. Terima kasih untuk segala yang pernah tercipta.
Semua akan baik-baik saja. Kesedihan hanya sementara, percayalah. Kita hanya butuh waktu untuk "terbiasa".
Tidak semua rencana dapat berjalan sesuai 'rencana' , bukan?
tentu. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk masing-masing diri kita.
Sedikit pesan dariku, untuk siapapun;
"yang benar-benar menyayangi tidak akan mendiamkan pun mengabaikan dalam waktu yang berkepanjangan, ia akan menyegerakan, ia akan menyempatkan, ia akan memperjuangkan, ia tidak akan menunda-nunda kesempatan"